Self Reminder
#Journal4 - Klarifikasi Lagi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bogor, Minggu 16 April 2017
Hello, gua Ferry
Andika.
Selamat
Liburan, perbanyak silahturahmi. Main kerumah temen, jangan cuman lewat media
sosial doang. Kalo mau maen jangan wacana, mending gak usah bacot lah kalo
ujungnya pada males.
Libur kagak
kemana-mana euy. Gak punya duit. Gua sekarang nganggur cuy. Ya… dunia dari dulu
keras, gua nya aja yang lembek.
Belakangan
ini, video yang gua bikin makin gak jelas. Gua makin takut. Takut ketagihan
bikin video kayak gini. Takut merusak tali pertemanan. Gak ada sedikitpun di
otak gua buat berpikir nyari musuh, merusak pertemanan, dan hal negatif
lainnya.
“What kind of
demon that force me to create this kind of video?”
Tadinya gua melampiaskan semua curhatan, kekesalan,
amarah, dan segala hal negatif dalam tuisan. Tulisan gua ada banyak. Ada yang
di buku, ada yang di laptop. Lalu gua bikin Blog. Setelah mikir lama, gua
upload beberapa tulisan gua ke Blog itu. Gak upload semua, kebanyakan. Gua
upload perminggu, biar waktunya berkala. Gua upload dengan harapan ada yang
baca, menanggapi, dan mungkin mengerti kenapa gua jadi sering sarkas.
Tapi
lama-lama makin banyak hal aneh, menjengkelkan, dan bikin terpancing buat
sarkas lewat media sosial. Sebenernya gua bikin video pendek dah banyak, tinggal
upload aja, trus tungguin reaksinya. Tapi gua cuma upload beberapa. Gua upload
video yang bener-bener siap gua hadapin segala konsekuensinya.
Gimanapun,
apapun alasan gua, kayak gini tuh salah. Gak ada positifnya sama sekali. Buat
yang merasa tersindir, baik secara langsung atau tidak, gua minta maaf. Ini Cuma
klarifikasi singkat. Gua siap menerima kritik & saran. Gua gakmau debat
lewat chat doang, hayu ngopi bareng biar enak ngobrolnya.
Sekian
klarifikasi singkat tentang video-video aneh yang gua upload. Penjelasan rincinya
silahkan tanya secara personal. Semoga gua masih hidup sampe tua.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar