Self Reminder
#Journal5 - Berenti Sebentar
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bogor, Kamis 27 April 2017
Hello, gua Ferry
Andika.
Ya
jadi kayaknya gua mau berhenti aja bikin video sarkas. Sebelum makin jauh.
Sebelum makin banyak musuh. Gua berhenti, padahal ini belom mulai haha aneh
beut dah.
Alasannya,
mungkin gua gak cocok kayak beginian. Dampaknya terlalu negatif & gua gak
sanggup menghadapinya. Kalo gua keseringan bikin video gini, trus tiba-tiba gua
diculik gimana tjoy? Mending kalo langsung dibunuh, lah kalo disiksa dulu?
Hadeuh ngeri. Terbukti men, gua nge-upload
video sarkas testing aja tanggapannya
macem-macem. Ada yang biasa aja, ada yang memuji, ada yang menghina, bahkan
lebih parah. Responnya luar biasa, kaget aing.
Gua
sementara vakum dulu dari sosmed. Tapi tetep bakal bikin video. Tapi bingung
apaan. Yang pasti positif lah. Kalo mau bikin yang aneh-aneh, pastikan objeknya
gua aja.
Mungkin
suatu saat gua bakal sarkas lagi. Tapi gua harus bener-bener siap mental. Dan
juga gua gak mau sendirian. Nanti, seiring berjalannya waktu juga bakal nemu
manusia dengan ideologi yang sama denganku.
Berhenti
bukan berarti bener-bener mati. Suatu saat jiwa sarkas di diriku bakal muncul
lagi. Gaktau dah kapan.
Sekian
klarifikasi lagi tentang kejadian yang sedang gua alami. Alhamdullilah masih sehat wal afiat hahay.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar