Self Reminder
#Journal15 - Jadwal Bentrok, KZL!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bogor
Kamis, 08 Juni 2017
Aku Ferry.
Ini uda bulan puasa. Hari ke… ke
berapa yak?. Ya oke oke ku tak tau. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita
diajarkan untuk menahan segala hawa
nafsu. Nafsu makan. Nafsu minum. Nafsu ena-ena. Semua. Dan kita juga harus
menjaga semua yang bisa dijaga. Jaga pandangan. Jaga omongan. Jaga perbuatan.
Dan yang paling krusial namun sulit, jaga isi dompet tetap utuh.
Ah sial. Di bulan ini aku punya
banya plan yang ingin ku lakukan. Tapi apadaya. Tak semua plan yang kita rencanakan
bisa terwujud, karena kita memiliki Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala
kehendaknya. Namanya event-event tak
terduga pasti ada.
Begitu banya wacana betebaran
akhir-akhir ini. Dan kampretnya. Tanggalnya tuh pada bentrok. Jadi kan gak bisa
ku ikuti semua. Harus mili dan aku benci mili-mili karena sangat membingungkan.
Conto
saja ketika ada info -(acara apa ya lupa
namanya tapi yang pasti rada nyeni gitu)-, ehh ternyata pas hari pertama
Ramadhan. Gapapasi, oke oke aja. Tapi ku tak dapat izin. Katanya. Hari pertama
tuh, mulai dari sahur ampe berbuka puasa aku kudu dirumah. Yha ku sebagai anak
berdikari cinta mama tentu tak bisa menolak larangannya. Rambut gondrong aja
gue bela-belain cukur.
Trus
ada lagi acara serupa. Pas aku uda siap jiwa, raga, bahkan dompet. Ehh
tiba-tiba anak kampret society
ngajakin bukber. Tanggal sama pula. Dengan berat hati ku mili bukber deh. Nasib.
Belom milik dasar.
Nanti
ada lagi nih. Sekarang di Bogor, gak ada alasan gak dateng. Acara 5 hari lagi.
Ada idolaqu juga disana. Ehh kampretos
ada aja gangguan hidup. 2 hari pertama bentrok. Padahal kan kayaknya yang rame
tuh pas pembukaan.
Yasudala.
Sungguh aku benci yang namanya memilih. Andai ku bisa dapat semua.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar