Self Reminder
#Journal18 - Kupat For Life
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gudang Pengolahan Janur
Selasa, 20 Juni 2017
Aku Ferry. Pengagum
seni. Etapi kali ini bukan mau bahas seni. Soktau banget gue bahas begituan.
Bisa bikin kagak.
Lebaran tinggal menghitung hari.
Pusing. Gua gak pusing mikirin baju baru. Tapi pusing bantuin bikin ketupat.
Yha. Dari tahun ketahun bapakku selalu membuat kupat. Mulai dari ngala daun janur, dibentuk ketupat,
dimasak, sampe dimakan. Semuanya made in
keluarga gue. Hahaha. Betapa kerennya bapak. Tak sedikit para tetangga yang
memesan ketupat buatan bapakku. Entah cangkang kosong maupun yang sudah jadi.
Bahkan tak perlu repot-repot buat ngider
jualin ketupat. Yang mesen selalu ada. Kebanyakan malah. Gak usah disebut
berapa, nanti takutnya riya’. Emangnya bisnis MLM. Dikit-dikit foto ama duit. Biar
apa coba.
Anyway.
Yha namanya rejeki yha. Mana mungkin ditolak. Meskipun kudu gadang buat nyeleseikeun pesanan ketupat. Udah kayak
lembur bikin ketupat tuh. Tapi tak apa karena duitnya buatku juga.
Meskipun tiap tahun
gue bikin ketupat. Tapi pasti selalu lupa kalo awal-awal. Perlu latihan biar
gak kaku. Dasar manusia. Yang paling jago, yha bapakku. tapi sayang bikinnya
kalo ada mood doang dia. Katanya sih biar aku juga ikutan jago. Mayanlah
buat ngabuburit ampe lebaran.
Udalah. Kupat belom
beres nih.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar