Self Reminder
#Journal21 - Kerja Apa Dikerjain?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kamar Anti Waktu - Bogor
Sabtu, 8 Juli 2017
Ferry menulis disini.
Hari
ini ku tak ada aktivitas. Hanya makan, tiduran, main hp. Etapi pas kuperhatikan
ternyata di kamarku ada jam dinding. Sudah mati, mungkin baterenya. Tapi malas
ganti. Yasudala. biarin aja.
Jam
itu kudapat dari tempat lamaku bekerja. Yha kasarnya nyolong sih. Aku memang suka mengambil sesuatu dari tempat yang
tidak aku suka. Bukan berarti aku suka mencuri,
aku sebal dengan perilaku manusia disana. Jadi ku ambil saja barangnya.
Badeway. Tempat kerja lamaku itu di Jakarta. Gedung apa gitu
lupa. Aku kerja disana sebagai tukang parkir diajak oleh kawanku. Yha kerjaan
dan lingkungan yang cukup menyebalkan. Aku bersyukur pernah mengalami hal
seperti itu dalam hidupku. Disana juga aku sudah mulai merasa bahwa “Life Sucks” untuk sebagian orang yang tidak beruntung. Aku contohnya. Tapi sekali
lagi. Aku sangat bersyukur pernah mengalaminya.
Kalo
dibandingkan dengan sekarang, tentunya sudah beda. Aku kini merasa menjadi
pribadi yang malas. Kadang kalo lagi flashback
tentang masa-masa susah dulu, aku merasa malu dengan aku yang sekarang.
“Dulu
beban gua seberat itu, tapi gua selalu berjuang & bisa melewatinya. Tapi
kenapa sekarang gua malah hampir nyerah?”
Aku
takut tidak tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Semua yang enak-enak hanya
membuat kita nyaman saja & semakin malas gerak. Curhat kepada sesama
manusia kadang bukan jalan terbaik. Karena kebanyakan mereka hanya kepo tentang masalah kita, tanpa memberi
solusi untuk menyelesaikan. Ah tidak, mereka tidak menyebalkan. Maka dari itu
aku memilih curhat sendiri, lewat tulisan ini contohnya. Tapi ku upload biar suatu saat bisa kubaca lagi.
Orang kepo juga bisa baca, tanpa
perlu repot-repot ku harus cerita ulang.
Udah
ah, sekian. Makin jauh flashback makin
ku mempercayai keyakinanku tentang “Life Sucks”. Akhir kata. Hidup menyebalkan, jadi biasakan dirimu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar