Self Reminder
#Journal28 - Istiqomah ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sekolah Sepi
Senin, 28 Maret 2018
Black
Metal Istiqomah,
Sebuah
akun Instagram yang ku temukan diantara akun seniman lainnya. Awalnya terdengar
lucu, dan sempat su’udzon juga
(astaghfirullah). Yaa abis gimana gak buruk sangka atuh, postingannya metal abis,
kirain sama kayak seniman indie
lainnya yang ku-follow. Kirain sama
sesatnya kayak Papaya Klub. Untungnya
Ferry tuh anaknya open mind gitu yaa,
bisa berpikir secara waras. Coba kalo nggak. Yaa gapapa juga sih.
Well. Aku tidak menganggap ini salah. Dan tidak membenarkannya 100% juga. Kang Achmad Deptian memiliki style yang demikian pasti ada alasannya.
Tidak semua bisa dipukul rata dengan metode yang sama, dan berulang. Semua
tergantung situasi & kondisi.
Sekali
lagi. Semua hal tergantung situasi & kondisi. Ketika ada teman yang galau
contohnya. Tidak semua yang galau butuh ocehan motivashit-mu itu, mungkin dia lebih butuh bantuan kita secara
nyata. Tidak semua yang galau bisa kau ajak ke tempat yang ramai, mungkin
mereka butuh waktu sendirian. Tidak semua yang galau bisa kau acuhkan begitu
saja, mungkin mereka butuh teman yang bisa mendengarkan mereka.
Yaa
sudahlah. Jadi intinya, tak perlu lah men-judge
sepihak segala sesuatu. Jadi keinget omongan bang Lukman, tapi apa ya. Bentar,
gini kalo gak salah, “Jangan nilai wujudnya, tapi sifatnya”. Yah pokoknya gitu
lah yaa, artikan sendiri, otak masih bisa dipake kan?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar