Self Reminder
#Journal34 - Membaca Adalah Melawan~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kamar Berantakan
Sabtu, 15 Desember 2018
Hari
ini, aku bingung. Bingung kenapa diri ini begitu tak berdaya. Apakah bujuk rayu
setan telah berhasil? Apakah aku mulai lelah untuk melawan? Apakah pikiranku
mulai tercuci dengan stereotip yang selama ini aku tentang? Atau memang bukan
itu penyebabnya? Wallahu’alam
Btw. Beberapa bulan terakhir aku menginvestasikan lembaran-lembaran
rupiahku menjadi buku-buku. Meskipun aku belum bisa 100% menumbuhkan budaya
literasi pada diriku, setidaknya aku sudah niat dan melakukan langkah awal
dengan mengoleksi beberapa. Dan nampaknya, yang kulakukan juga berhasil
mempengaruhi beberapa temanku. Contohnya saja Thoriq teman sekelas di SMK,
Gilang teman serayon, juga pak Aden rekan di tempat kerja.
Kadang,
ingin aku meyakinkan semua orang tentang pentingnya membaca (terutama buku).
Tapi setelah dipikir lagi, untuk apa memaksakan suatu hal? Force Positivity,
bukankah itu yang selama ini aku tentang? Lalu apa bedanya aku dengan mereka
yang kubenci kalau begitu? Hmm… biarlah pergerakan yang kulakukan berjalan
tanpa memaksa. Kalau memang ada yang tertarik, Alhamdulillah. Kalaupun tidak ya sudah
Akhir
kata,
Iqro!. Mari membaca~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar