Self Reminder
#Journal36 - Udah Tahun Baru Lagi Aja Nih~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kamar yang Tak Kunjung Rapih
Selasa, 01 Januari 2019
Hari
ini, seperti biasa aku menjalankan aktifitas dengan standar yang bingung. Aku
tidur jam 1 pagi (atau jam 2 ya?) setelah lelah beraktifitas. Tidak, aku tidak
lelah karena habis jalan-jalan, bakar jagung, nyalain petasan ataupun stereotip
tahun baru lainnya. Aku menghabiskan waktuku di malam ini bergelut dengan deadline Dapodik. Huvt, sialan.
Tadinya
sih setelah pukul 00.00 tepat setelah deadline habis, aku ingin jalan-jalan (pakai
kaki, kalo naik motor namanya momotoran) keliling Bogor sekedar
melihat-lihat dan refreshing. Tapi
ternyata diri ini terlalu lelah dan dikalahkan oleh rasa kantuk yang melanda.
Maka aku tertidur di tempat kerja ditemani seorang senior yang sama-sama
berjuang melawan deadline malam ini.
Aku
bangun jam 5 pagi setelah mendengar suara telepon (aku tidak bangun karena adzan
Subuh L) yang
tak lain adalah ibuku yang khawatir karena aku tidak pulang. Maka bergegaslah
aku mengambil tas dan mengeluarkan motor lalu segera pulang kerumah dengan
tidak lupa membaca bismillah agar selamat sampai tujuan. Sesampainya dirumah….
Aku lanjut tidur, hehee~
Sebenarnya
aku tidak tidur sih. Hanya rebahan sambil ngotak-ngatik HP dengan malas seperti
biasa. Sekadar buka Facebook yang
kian absurd penggunanya, melihat keceriaan teman-teman di postingan Instagram mereka, membalas pesan Whatsapp dari dedek menyebalkan yang gak
gemes-gemes amat, memutar musik di Spotify
yang tak kunjung premium karena tidak mampu, dan stereotip gabut lainnya yang
biasa dilakukan pemuda nanggung jaman kiwari.
Ketika
adzan Dzuhur, entah mengapa aku
tergerak untuk segera mandi. Ketika mandi seiring dengan guyuran gayung berisi
air sumur, tiba-tiba terlintas begitu banyak ide yang ingin ku lakukan
kedepannya. Namun seperti biasa, ketika selesai mandi, berakhir juga lah semua
inspirasi yang kubayangkan tadi. Sulit rasanya merealisasikan atau sekedar
mencatat semua rencana yang terhayal barusan. Hmm…. Sungguh nganu~
Lalu
aku menuju kamar, mengenakan sarung, kaos kemudian sholat karena memang sudah
waktu Dzuhur. Setelah sholat, aku
memperagakan peregangan otot pinggang yang baru saja aku lihat di Facebook melalui postingan siapa ya
lupa? Hmm… cukup bermanfaat bagiku yang seorang pekerja dengan keseharian duduk
melulu dan hampir kena ambeien (astaghfirullah!). Kemudian aku ke
dapur karena ingat belum makan sama sekali sejak bangun tidur meskipun belum
lapar, aku tak mau menjadi pemuda kerempeng.
Habis
itu, aku balik lagi ke kamar, menyalakan laptop sambil di-charge karena baterainya habis dari kemarin, membuka Microsoft Office Word, lalu mulai
menulis tulisan ini yang rencananya akan ku upload
di blog kalau sudah ada koneksi wifi. Fin~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar