Self Reminder
#Journal57 - Loyal Sejak Dalam Pikiran
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kasur Dingin
Kamis, 07 Maret 2019
Setelah
melalui derita yang berkepanjangan (ahelah)
aku sudah memutuskan tak akan kemana-mana dari tempatku yang sekarang. Akan
selalu melaksanakan aktifitasku seperti biasanya. Dan mencoba apa yang aku
inginkan.
Aku
tak begitu paham soal pendidikan. Masih berantakan soal administrasi. Skill
desain belum berkembang. Gak ngerti cara marketing. Bingung sama yang namanya
bisnis. Malas. Remaja Tua. Dan segudang problematika njlimet lainnya. Tapi ada
satau hal yang aku yakini, dan tanpa sadar sudah ku lakukan sejak lama, LOYAL. Yaa, dengan segala kekuranganku
saat ini, hanya loyalitas lah yang bisa aku berikan.
Aku
selalu khawatir akan jadi apa kedepannya kalau selalu seperti ini. Aku mencoba
melepaskan bayang-bayang mengerikan tentang masa depan yang belum pasti itu.
Jalani saja semuanya seperti aliran sungai yang entah dimana akan bermuara.
Ketika
aku mencoba sesuatu, aku selalu kecewa jika hasilnya kurang bagus atau tidak
sesuai yang aku harapkan. Lalu ganti topik mencoba hal lainnya. Dan selalu
berganti-ganti. Tak pernah fokus. Dan aku sadar, kalau hanya berganti kapan
bisa fokus dan maju? Yang ku lakukan harusnya beradaptasi dan berkembang. Bukan
malah diganti total. Seperti kata pepatah siapa gitu yaa lupa namanya yang
intinya, “Building
Business is Evolution not Revolution” yang artinya yaa gitulah, artikan saja sendiri.
Menetap
adalah kunci. Selama aku berada di lingkungan ini, aku masih bagian di
dalamnya. Dan akan terus bekerja, melayani, dan selalu mencoba. Aku sudah
menetap selama 1 tahun lebih, mungkin butuh 1 tahun lagi untuk mewujudkan apa
yang aku impikan. Mungkin juga butuh 100 tahun itupun kalau aku mampu hidup
sampai umur segitu. Apakah 1 tahun, atau mungkin 100 tahun, yang pasti aku akan
loyal. Peduli setan seberapa lama aku akan seperti ini. Selama aku menikmati
perjalanannya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar