Self Reminder
#Journal80 - Pancaroba
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sabtu,
15 Juni 2019
Aku merasa dampak pemanasan global sudah makin nampak.
Bagaimana tidak, di Kota Bogor cuacanya sudah tidak bisa diprediksi.
Kalau dulu ada istilah bahwa di bulan dengan akhiran –ber adalah
musim hujan. Tapi kurasa itu sudah tidak bisa jadi patokan lagi dalam
menentukan apakah hari ini aku harus membawa jas hujan atau tidak.
Aku harus membawanya setiap hari. Bahkan kurasa BMKG harus bekerja
lebih. Sebab ramalan cuaca tidak bisa ditentukan antarkota, apalagi
provinsi. Sebab di Bogor, beda kecamatan saja cuacanya bisa berbeda
sekali.
Pernah suatu hari aku berangkat dari suatu daerah, sebut
saja Kecamatan A. Cuacanya baru selesai hujan. Masih gerimis
rintik-rintik. Aku putuskan untuk berangkat karena sepertinya memang
sudah reda. Ketika memasuki Kecamatan B, tiba-tiba saja hujan kembali
deras lengkap disertai angin kencang dan petir. Aku paksakan saja
karena memang sudah nanggung tengah jalan. Tapi begitu sampai di
Kecamatan C, ternyata tidak hujan sama sekali. Aspalnya garing,
pejalan kaki dengan santai berjalan tanpa khawatir kebasahan. Aku
merasa sangat konyol dengan kondisi basah kuyup.
Sejak itu aku memutuskan untuk membawa jas hujan setiap
hari, tak peduli sepanas apa cuacanya sebelum berangkat.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar