Self Reminder
#Journal99 - Nomaden~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rabu, 25 September 2019
Ketika
kita tinggal dalam suatu lingkungan tertentu, mengerjakan rutinitas yang sama,
pekerjaan yang itu itu saja, teman yang dia lagi dia lagi, semua terasa
membosankan. Hari demi hari terasa sama saja. Tidak ada yang spesial.
Aku
termasuk anak yang cepat bosan. Dan tidak pernah betah di suatu lingkungan
dalam waktu yang lama. Semasa banyak waktu luang dulu, aku selalu menyempatkan
diri bersilaturahmi ke banyak rekan. Dimanapun. Dan itu menyenangkan. Sangat
menyenangkan.
Tapi
bukan berarti aku tidak punya tempat untuk menetap. Saat ini ada 3 lokasi yang
selalu rutin aku kunjungi: rumah, dan 2 tempat mengabdi.
Rumah.
Tempat yang selalu ingin aku tinggalkan. Sejak masa sekolah aku tidak pernah
betah berada didalamnya. Bahkan dalam kondisi tertentu, aku merasa terancam.
Tidak pernah tenang. Tapi anehnya, kemana pun aku pergi, sejauh apapun jaraknya,
seberapa lama pun aku tak kembali, sebenci-bencinya aku pada tempat ini, rumah
selalu aku rindukan. Aku mengakuinya. Aku rindu rumah.
Tempat
mengabdi yang pertama. Sebuah tempat yang bisa dibilang menjadi awal dari
segala yang aku jalani saat ini. Aku belajar banyak hal di tempat ini. belajar
sendiri, belajar dari para senior, belajar dari yang singgah, belajar dari
lingkungan, dan belajar dari siapa saja yang tidak bisa aku sebut semua. Tempat
ini menyenangkan. Tapi kadang juga menyebalkan. Yaudah gapapa. Aku tetap suka.
Aku tetap mengabdi.
Tempat
mengabdi yang kedua. Sebuah tempat yang baru. Tentu menjadi tantangan yang baru
juga. Rutinitas yang baru. Dan akan banyak hal-hal menyebalkan yang baru. Entah
bagaimana ceritanya aku bisa berada disini, dan mendedikasikan sebagian besar
tenaga serta pikiran di lingkungan ini. Semua terjadi dengan cepat. Semua
terjadi begitu saja. Aku masih belum bisa beradaptasi. Belum terbiasa. Memulai
dari awal selalu menjadi hal yang rumit. Tapi yaudah gapapa.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar