Self Reminder
#Journal119 - Ini Diary
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sabtu, 15 Februari 2020
Pagi
ini aku bangun dengan kondisi lemas. Aku belum sehat seutuhnya. Ketika sarapan
pun rasanya kurang nikmat. Bawaannya pengen muntah mulu. Tau dah kenapa. Mau
mandi juga menggigil. Sungguh pagi yang tidak menyenangkan. Bagaimana pun juga
aku harus siap-siap untuk berangkat. Bukan kerja, bukan nongkrong. Aku hanya
ingin menyelamatkan kewarasanku saja.
Tadinya,
aku mau berdiam diri saja di kostan, tapi ternyata si empunya sudah mangkat
duluan. Aku sadar belum ada chemistry
yang terbangun antara aku dan belio, masih terlalu cepat untuk menyimpulkan.
Jalani saja dulu.
Singkat
cerita aku pun memutuskan untuk, ya kemana lagi kalo bukan tempat biasa. Tempat
dimana aku memulai karir sampai sejauh ini. Disana, seperti yang sudah kuduga.
Sepi. Hahaha. Gak heran sih. Hari Sabtu soalnya. Andai wifi nyala, pasti lain lagi ceritanya. Tadinya aku ingin
mengerjakan sesuatu, tapi hawa malasku begitu tinggi. Yaudalah, daripada
berlarut-larut lebih baik aku berangkat lagi.
Lalu
aku pun tiba di rumah seorang rekan yang sudah lama tak berjumpa. Seorang rekan
yang sangat selo menikmati weekend-nya. Ketika aku gelisah ingin meninggalkan
rumah, doi malah nyaman menjalani me time
di ruangannya. Aku iri. Aku selalu ingin tahu apa rahasianya. Tapi setelah
dipikir lagi, tidak ada rahasia sama sekali. Ia hanya menjalani aktifitas yang
menyenangkan baginya. Semudah itu sebenarnya.
Di
sore hari menjelang Maghrib, aku pun pamit pulang. Aku sudahi saja perjalanan
hari ini. Aku lapar.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar