Self Reminder
#Journal121 - InsyaAllah Pelan-Pelan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sabtu, 22 Februari 2020
Salah
satu kebiasaan buruk diriku adalah menunda-nunda pekerjaan. Baik yang bersifat
santai, sampai hal yang penting sekalipun aku tidak segan-segan untuk
menundanya jika mood-ku sedang tidak
baik. Seakan aku tidak peduli hal buruk apa yang akan terjadi jika pekerjaan
tersebut tidak segera aku kerjakan.
Bukan
berarti aku tidak berusaha menjadi rajin. Aku selalu berusaha menjadi pribadi
yang rajin. Tapi yaa namanya juga manusia, baik iman maupun semangatnya selalu
naik turun. Dan aku adalah tipe anak yang tidak bisa menaikkan semangat dengan
sendirinya. Tanpa disadari, ternyata aku sering keluyuran ke banyak tempat
hanya untuk mencari teman ngobrol.
Dan
tanpa disadari juga, banyak hal-hal baik yang telah aku mulai bersama teman-temanku
secara random. Saking banyaknya, aku
sempat lupa dan belum dilanjut lagi sampai sekarang. Tapi aku yakin bahwasannya
tidak ada hal yang sia-sia. Segala hal yang telah aku mulai, bahkan mungkin
hanya sebatas baru ide dalam kepala, selama itu baik maka aku yakin Allah akan
membukakan jalannya secara perlahan. Hanya belum waktunya saja. Entah aku yang
belum siap, atau memang belum dipertemukan dengan orang yang cocok. Aku hanya
perlu menunggu dan terus melanjutkan apa yang aku yakini adalah hal yang baik. InsyaAllah~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar