Self Reminder
#Journal129 - Nulis Apa Ya?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Minggu, 19 April 2020
Kadang,
adakalanya tidak ada yang bisa aku tulis. Atau mungkin, aku sedang tidak ingin
menulis saja. Padahal, aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk produktif
membuat tulisan setiap harinya. Entah itu setoran artikel untuk BacaKonten,
menyalurkan isi kepala yang mengganggu pikiran dan agak frontal di Watponik, curhat
dan menulis keseharian di blog pribadi seperti ini, atau sekedar
pemikiran-pemikiran selewat di Handphone.
Tidak.
Aku tidak kehabisan ide untuk menulis. Justru saking banyaknya, aku bingung
memilih ide yang bagaimana. Dan karena terlalu lama memilih, akhirnya aku malah
mengerjakan hal yang lain. Serius. Ide untuk menulis itu banyak sekali. Seperti
yang sedang aku lakukan ini. Aku tidak tahu mau menulis apa, dan lihatlah! Ini sudah
sampai 2 paragraf!! Mengherankan bukan. Dan akan aku lanjutkan terus.
Aku
sudah sejak lama menulis hal-hal random. Tapi bukan berarti aku sudah ahli. Dan
bukan juga artinya aku harus selalu pandai merangkai kata. Menulis itu bagaikan
sedang berburu di tengah hutan. Yaa. Penulis bagaikan seorang manusia yang
mencoba survive di dalam hutan. Harus dengan sigap menangkap ide supaya tidak
lepas lagi. Setelah ditangkap, tentu langkah selanjutnya dibedah, kemudian
diolah. Terlepas enak atau tidaknya, bagaimana penyajiannya, atau bahkan layak
maupun tidak tulisan yang sudah selesai, Semua harus kita nikmati.
Ah,
udah banyak ning aku nulisnya. Sepertinya aku sudah menyelesaikan sebuah
tulisan. Dan yaa, ini tulisan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
#Journal83 - Aku Sakit, Kau Tak Menjengukku
Rabu, 26 Juni 2019 Siapakah kita jika suatu saat sakit dan tak berdaya? Sakit adalah perkara yang sudah pasti dihindari oleh banyak orang. Beberapa waktu lalu seorang sahabat jatuh sakit. Namanya Ruben Bentiyan , biasa dipanggil Mang Randu . Dan tadi pagi Mang Randu baru saja diizinkan untuk pulang. Pulang sebagai pasien yang harus tetap beristirahat dan dirawat di rumah. Kita semua bisa mengalami apa yang dialami oleh Mang Randu dengan berbagai variasi: sakit yang berbeda atau hal lain, misalnya trauma, depresi, dipecat, masuk tahanan entah karena apa, dan lainnya, dan lainnya. Kalau kita mengalami itu, kehilangan seluruh kapasitas survival kita tersebut, pertanyaanya: daya dukung apa yang kita miliki? Dan seberapa panjang? Merenungkan hal ini mirip dengan ketika kita belajar ilmu sosial tentang masyarakat atau komunitas yang mengalami “ syok ” dan “ krisis ”. Lumrahnya, yang pertama-tama akan mendukung kita adalah keluarga. Tapi, berapa lama dan seberapa kuat kelu...
Komentar
Posting Komentar